CARA MENCEGAH PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DAN CARA MENGATASINYA

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) bisa menyerang siapa saja, kapan saja dan di mana saja. Lebih menyulitkan lagi, penyakit demam berdarah dengue ini tidak mudah dideteksi. Bagaimana cara mengatasi serta mencegah penyakit demam berdarah dengue?

PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit disebabkan oleh nyamuk serta menyerang siapa saja serta dimanapun berada, baik di lingkungan rumah tinggal, lingkungan sekolah, maupun lingkungan perkantoran, apakah lingkungan itu kumuh ataupun lingkungan itu bersih. Karena meskipun kita selalu menjaga kebersihan rumah, menguras bak mandi, menimbun barang – barang bekas, serta bebas dari jentik nyamuk, namun jika lingkungan di sekitar kita belum bersih dari jentik nyamuk, maka tidak menutup kemungkinan terjadi serangan wabah demam berdarah dengue (DBD).

demam berdarah dengue (DBD)Lebih mambahayakan lagi, apabila seseorang telah terkena infeksi dari penyakit demam berdarah dengue (DBD), tetapi belum diketahui penyakitnya. Sebab, gejala awal penyakit demam berdarah dengue (DBD) sangat sulit dibedakan dengan penyakit demam pada umumnya. Bahkan diagnosis awal seorang dokter, kadang kala mengarah pada penyakit – penyakit selainnya. Jika sudah demikian penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) ini tidak langsung mendapat perawatan, sehingga akan membahayakan jiwanya. Maka dari itu, tidak ada salahnya utuk mengetahui apa itu demam berdarah dengue (DBD), apa saja gejala – gejala demam berdarah dengue (DBD), bagaimana penularannya, bagaimana cara mencegah dan mengatasi penyakit demam berdarah dengue (DBD).

1. MENGETAHUI SAAT MUSIM DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) TIBA


Sebagaimana penyakit pada umumnya, penyakit demam berdarah dengue (DBD) ini dapat menyerang manusia kapan saja dan di mana saja. Akan tetapi, berdasarkan kasus di lapangan, ada saat – saat tertentu jumlah orang terkena penyakit demam berdarah dengue (DBD) ini meningkat, seperti pada bulan januari, februari, april hingga juni. Pada bulan oktober, biasanya kasus penderita demam berdarah dengue (DBD) ini menurun.

Penularan penyakit demam berdarah dengue ini melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, yaitu sejenis nyamuk yang bertubuh dan berkaki hitam berbintik putih. Nyamuk Aedes



aegypti ini berkembang biak di air jernih. Dikarenakan pada bulan – bulan tersebut terdapat cukup banyak curah hujan, maka genangan - genangan airpun ada di sana sini. Sehingga hal itu menjadi tempat favorit nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak. Sehingga populasi nyamuk Aedes aegypti pun meningkat, maka penularan penyakit demam berdarah dengue bertambah banyak.

Oleh sebab itu waspadailah bulan – bulan itu. Periksalah suhu tubuh Anda dengan thermometer, serta jangan menganggap enteng gejala demam, apalagi jika melebihi batas normal (demam tinggi). Jika Anda merasakan nyeri otot, perut mual, kepala terasa pusing, demam tinggi dengan suhu tubuh mencapai 39 hingga 40 derajat celsius, dan tidak disertai gejala batuk maupun pilek (flu), maka segera memeriksakan diri ke dokter, agar dapat diketahui penyakitnya.

2. SEGERA MELAKUKAN PEMERIKSAAN DARAH

Biasanya, demam yang dikarenakan infeksi memiliki ciri dan gejala yang hampir sama. Sehingga akan menyulitkan kita untuk memastikan jenis penyakit yang diderita. Apakah karena infeksi tenggorakan, atau infeksi saluran pernapasan, maupun karena demam berdarah dengue.

Hari pertama dan kedua, biasanya trombosit masih terbilang normal, sehingga akan menyulitkan untuk memastikan pasien terkena demam berdarah dengue (DBD) atau tidak. Turunnya trombosit pada penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD), akan terjadi pada hari kedua atau hari keempat. Hanya saja, turunnya trombosit bukan lah satu – satunya gejala penyakit demam berdarah dengue saja. Tetapi bisa juga terjadi pada penyakit – penyakit lainnya, seperti tifus atau malaria. Untuk itu, segera periksakan darah anda ke laboratorium serta mintalah nasihat dokter.

Sebenarnya, demam yang terjadi pada penderita demam berdarah dengue (DBD) mempunyai ciri khas tertentu, seperti suhu tubuh tiba – tiba naik hingga mencapai 39 – 40 derajad celcius, serta berlangsung antara 3 atau 4 hari, kemudian pada hari kelima dan keenam, suhu tubuh akan berangsur turun kembali.

3. PERAWATAN KEPADA PENDERITA PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) HARUS TEPAT

Bila terjadi demam pada Anda, sebelum Anda mengetahui dengan pasti penyakit gerangan apa yang menimpa Anda, maka sebagai langkah awal, bisa Anda gunakan obat turun panas. Untuk meredakan panas tersebut, janganlah menggunakan apirin. Sebab apirin dalah obat pengencer darah, sehingga dikhawatirkan akan terjadi pendarahan, manakala trombosit Anda turun. Tetapi gunakanlah obat penurun panas parasetamol.

Jika suhu tubuh sangat tinggi, bisa dilakukan pengompresan, agar suhu badan kembali turun. Berikanlah banyak minum air sebagai pengganti cairan tubuh serta sebagai tindakan preventif timbulnya dehidrasi (kekurangan cairan tubuh). Kemudian berikan waktu istirahat kepada si penderita agar daya tahan tubuh kembali normal.

4. PENDERITA PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PADA ANAK-ANAK HARUS MEDAPATKAN PERHATIAN LEBIH

Anak – anak pada umumnya tidak atau kurang peka terhadap munculnya gejala – gejala penyakit. Bahkan terkadang tidak mampu mengungkapkan penyakit yang dirasakan, sehingga bisa mengakibatkan terlambat mendapatkan pertolongan. Disamping itu, jika mengalami gejala demam, seringkali nafsu makan anak – anak menjadi berkurang, sehingga sedikit dari sari makanan dan minuman yang masuk, hingga menyebabkan gizi buruk serta dehidrasi. Untuk itu anak anak harus mendapat perhatian lebih.

5. GEJALA DEMAM TETAP HARUS DIPERHATIKAN SECARA SERIUS, MESKI BUKAN GEJALA DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)

Terkadang penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD), awalnya didiagnosis menderita penyakit lain, seperti radang tenggorokan , malaria ataupun typhus (tipes). Karena memang ketiga penyakit tersebut gejala awalnya hampir serupa. Padahal sebenarnya berbeda. Tifus disebabkan oleh infeksi kuman, sedangkan demam berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh virus. Pada penderita penyakit tifus bisa diobati dengan obat – obatan antibiotik, sedangkan pada penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) tidak cukup hanya diobati dengan antibiotik. Karena, walaupun sudah mendapat obat antibiotik, namun penderita demam berdarah dengue masih saja mengalami penurunan trombosit. Tolok ukur paling sederhana adalah, apabila pada hari ke 5 atau ke 6, suhu badannya turun, tetapi disisi lain kondisi tubuhnya justru melemah, itu tandanya penyakit demam berdarah dengue (DBD) nya semakin parah. Dan pemeriksaan dokter tidak cukup hanya sekali dua kali saja. Akan tetapi harus tetap rutin, teratur dan berkesinambungan agar perkembangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) nya dapat selalu dikontrol.

6. VIRUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) SANGAT MUDAH MENULAR

Gejala yang ditimbulkan oleh virus penyakit demam berdarah dengue (DBD) pada umumnya sangat beraneka ragam. Sebagian memiliki gejala ringan, seperti demam pada umumnya, tetapi tidak jarang penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) juga mengalami gejala bercak – bercak pendarahan di kulit, sampai ada yang mengalami penurunan tekanan darah (renjatan).

Sering dan tidaknya terkena infeksi penyakit demam berdarah dengue (DBD) juga bisa dijadikan tolok ukur seberapa parah ia menderita penyakit demam berdarah dengue (DBD). Karena pada infeksi pertama, biasanya gejala dari penyakit demam berdarah dengue (DBD) ini masih terbilang ringan. Tetapi jika sudah terkena infeksi kedua, biasanya gejalanya bertambah berat. Dan seterusnya.

Perbedaan gejala yang dialami penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) sangat bervariasi. Sebagian mengalami gejala ringan, sebagian lagi mengalami gejala sedang atau bahkan langsung parah. Hal itu dikarenkan daya tahan tubuh setiap manusia berbeda – beda. Sebagian mempunyai daya tahan tubuh kuat, tetapi sebagiannya lagi daya tahan dan kekebalan tubuhnya lemah. Namun demikian keduanya sangat berpotensi menularkan virus demam berdarah kepada orang lain.

7. MEMBASMI SARANG NYAMUK DI LINGKUNGAN SEKITAR KITA

Untuk mengurangi laju perekembangbiakan nyamuk aedes aegepty, maka sebaiknya kita harus selalu membersihkan rumah kita beserta lingkungan sekitar dengan melakukan 3 M, yakni menguras bak mandi, mengubur barang-barang bekas, serta menutup tempat – tempat penampungan air. Selain itu juga bisa dilakukan pengasapan untuk menumpas nyamuk dewasa, menaburkan abate di tempat – tempat genangan air yang luas atau terbuka, seperti pada kolam dan sebagainya. Hal itu semua dimaksudkan untuk mencegah serta membasmi perkembangbiakan jentik – jentik nyamuk aedes aegepty. Karena perkembangbiakan nyamuk ini sangat cepat, dalam waktu seminggu saja, larva nyamuk bisa berubah menjadi nyamuk. Untuk itu diperlukan kerja sama berbagai pihak, utamanya diri kita sendiri agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan rumah kita.

8. JAMBU BIJI MERAH BAGI PENDERITA PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)

Manfaat jambu merah terhadap penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD), memang secara alamiah belum diketahui secara pasti, apakah mampu meningkatkan trombosit atau tidak. Namun masyarakat luas telah mengenal tanaman ini sebagai obat herba yang mampu menurunkan trombosit bagi penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD). Disamping kaya akan vitamin C, jambu merah juga bisa membantu menambah cairan tubuh akibat dehidrasi.

Disamping itu, penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) harus banyak diberi air minum sebagai pengganti cairan tubuh yang hilang. Bahkan jika terus mengalami muntah –muntah, atau sampai mengalami renjatan (syok) yang gejala awalnya biasanya ditandai dengan wajah pucat, kondisi badan lemas, tubuh dingin, serta nadinya berdetak cepat, maka dalam kondisi seperti ini, penderita harus segera dibawa ke dokter agar secepatnya mendapatkan perawatan. Jika tidak, bisa saja terlambat, hingga menyebabkan kematian karena terjadinya penurunan tekanan darah.

Penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) secara medis, biasanya akan diberikan cairan lewat infus serta akan diberikan parasetamol sebagai obat penurun panas. Jika terkena infeksi lain, penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) baru akan diberikan obat antibiotik.

Biasanya penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) akan mengalami masa kritis pada hari ke-4 sampai hari ke 6. Setelah hari ke 6, biasanya kondisinya berangsur normali, sehingga pemasangan infus bisa dikurangi. Pada hari ke 7, biasanya pasien baru diperbolehkan pulang.Namun pemeriksaan darah tetap harus dilakukan untuk mengantisipasi perekembangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) agar tidak lagi kambuh. Karena gejala penyakit demam berdarah dengue (DBD) memang sulit diprediksi.

Tetapi, meski demikian, tetap tenang, jangan panik, serta menyerahkan seluruh urusannya kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. karena semua penyakit pasti ada obatnya. Tinggal Allah lah yang menentukan.

TERIMA KASIH, ANDA TELAH MENGUNJUNGI INFO SEPUTAR KITA. SEMOGA MENDAPATKAN MANFAAT

Related Post: